Senin, 30 Desember 2013

Sajak Rindu Duo LDRer



RINDU itu...


Hmmm... RINDU itu seperti pembunuh berdarah dingin, datang di tiap ku membuka mata dan sebelum tidurpun datang membawa gelisah

RINDU itu seperti kabut  ia datang mengaburkan pandangan kemudian memeluk dalam dingin
Dia membawa resah  besertanya, menyergap hingga persendianku terasa kaku, terbujur dalam pelukan guling yang semakin menipis...

Hmmm... dia tak ingin lepas, dia memeluk erat menembus nafasmu.. menyesakkan dan kadang menyakitkan...

Terkadang rasa sakit itu kunikmati dalam diam, dalam dentingan jam malam pada pukul 00.00 , hening namun andai suara hati bisa terdengar, maka terdengarlah jeritan RINDU yang benci akan kesepian, sendirian disini , tanah yang tak kukenali

Aku selalu berusaha berpaling dari RINDU itu... ku enyahkan pikiranku sejenak darinya, tapi dia terus menarik pikirku, sangat keras... aku sudah terbelit erat oleh RINDU ini

Ibaratnya bayangan, RINDU itu selalu ada , entah di bawah kakiku atau dimanapun itu, RINDU itu menjeratku, mengikuti di persembunyianku, membuntuti di saat aku mencoba berlari darinya... Seperti lem saja lengket rasanya

RINDU itu memang menyesakkan, memang menyakitkan rasanya... tapi karenanya aku punya alasan untuk selalu mengingat dia. ‘bidadariku’ di sebelah pulau sana

Dia alasanku untuk selalu menikmati RINDUku.... bidadariku di ujung penantian sana, dia merasakan hal yang sama, terbelit RINDU, terpenjara sepi tanpaku disisinya

Dia alasanku untuk tabah dalam RINDU... alsanku untuk setia dengan RINDU... terus meRINDU tak kenal waktu

Dan dia alasanku mengapa aku berada disini , di atas rasa sakit dan perihnya hati, karena aku percaya di ujung lorong RINDU ini ada bahagia yang menanti

Aku akan terus tegar demi dia... janji kami akan abadi sampai saat sang kuasa mempertemukan kami dalam ikatan sucinya

Aku akan selalu mengaminkan segala kata di tiap doaku... yang aku tahu aku dan dia adalah sepasang hati yang akan menuju ikatan suci, ya suatu hari nanti...
  (Nuansa Fajar & Emmank Poetra Ma'had)


*puisi ini iseng2 dibuat oleh Ahmad Fauzi dan Suherman dalam percakapan via facebook. Dengan sedikit perubahan-perubahan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar