Setelah liburan sekitar dua minggu, di Maros, di rumah lebih tepatnya. Takdir membawaku kembali lagi ke Bintaro. Delapan hari ujian akhir semester (UAS) sudah menunggu, duduk ramah, menanti. Meski tidak berada di kampung halaman lagi, hawa liburan--lebih tepatnya hawa malas"an-- masih terasa, belum mau pergi.Ditambah persiapan untuk UAS pun masih belum baik. Untuk UAS hari pertama pun, Pengantar Pajak, sudah berulang-berulang ku baca buku dan slide presentasi dari dosen, hanya segelintir yang bisa lengket di kepala. Sepertinya, Saya belum menyukai pelajaran ini. Memang, saya dulu pernah berkata, "Untuk memahami suatu hal, kita harus menyukainya terlebih dahulu". Dan untuk ini, kata-kata yang pernah terlontar dari mulutku sangat persis dengan keadaanku sekarang.
But life must go on. Bagaimanpun, UAS ini harus ku lewati dan kuselesaikan dengan baik. Benar, rasa-rasanya zona nyaman telah kutinggalkan semenjak kuliah di sini. Apalagi menjelang ujian, apapun ujiannya, stress tidak jarang datang. Liburan di rumah juga rasanya tidak setenang yang ku harapkan. Tahu bahwa seketika kembali ke bintaro sudah ada UAS yang menunggu. Itu membuatku resah. Tapi, bagaimanpun usahaku untuk belajar di rumah, buku-buku yang aku bawa kebanyakan dan lebih lama terabaikan. Banyak godaan, sebaliknya resah tidak kunjung pergi.
Untuk membuat postingan baru di blog ku ini pun, sempat ku pertimbangkan dengan diriku sendiri. Rasanya, waktu untuk belajar itu pendek, untuk membuat postingan akan memakan sebagian waktu. Tapi, diriku yang lain berkata , setidaknya (mungkin) sedikit rasa gerahku bisa hilang dengan kembali bersua dengan blog ku ini.
"Yah, saya harus terima dan berusaha untuk melewatinya, sebisaku, sebaik mungkin."
Saya tahu, yang saya butuhkan adalah "cinta". Cinta pada pelajaran-pelajaran itu. Sepertinya butuh proses, pikirku. Toh, cinta tidak boleh dipaksakan. Dengan sendirinya akan ku temukan cara untuk mencintainya. Mencintai dengan apa adanya. Yah, itu pasti. Tunggu saja tanggal mainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar