Masih ada kaki-kaki yang kuat memilih mana
yang harus dipergi atau yang harus dibicarai, mana yang
baik dienyah atau baik dimusnah, terserah katamu
karena itu milikmu, milik siapa lagi yang bentuknya seperti itu
Kecuali itu miliknya, jangan begitu, biar dia yang lari dengan kata
katanya terbumbung jenuh di awang, membelai masa
Karena ada kala kita hanya diam memandang yang telah terbang
baur dengan ucap yang pernah berkata dalam diri masing kita
yang selalu berjalan lama, mengurai jejak-jejak semu
Kembali memilah-milih jemari mana yang menunjuk jalan (mungkin)
pulang, menunjuk jalan di depan yang tak pasti tujunya
Biarkan dia berkutat pada masanya, yang dia senangi
berlarut-larut terkenang dunianya yang lama sudah
dia tinggalkan, sudah lama sekali
Jika kaki-kakinya memilih mana jalan yang dia
bumbungkan pada awang, terserah katanya, Kau dan Aku
bawa saja kata kita kemana ibu jari bertitah
Bintaro, 17/10/14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar