Kamis, 13 November 2014

Terjun Bebas


Kita bisa terjun bebas dari sini
kau seyakin-yakinnya percaya

Padahal dulu kau keringatan deras
sekali tiap dihadapan tinggi dari tempat
pijakan keras, sambil teriak "Akbar, akbar" 

Kau sudah berubah rupanya
Kita bisa terjun bebas dari sini
dengan aman tanpa luka memar seperti
yang dikakimu tahun lalu saat kau
coba jatuh tanpa doa dan
diatas enam meter saja

Di bawah kita ada air terjun yang beriak
kau selalu bilang untuk jadi seperti itu
kau bilang kita adalah tanah dan akan terjun ke
tanah pula sama seperti air-air itu

Kau tak seperti dulu lagi, jatuh bukan seperti jatuh lagi
tapi menjadi bebas seperti butir hidrogen oksigen
Lalu, kau terjun ke haribaan


Bintaro, 10/11/14

Rabu, 12 November 2014

Satu Untuk Bersama






Jangan membaca langit malam ini
Seperti yang kubilang kemarin, padamu
Via suara dari ujung ranah lain

Kukatakan sekali lagi padamu
“jangan membaca langit malam ini”
Kau tidak akan temukan aku disitu
Juga mereka yang pernah bertemu tatap padamu

Cukup pandangi langit di ufuk barat
Karena kita bisa memandang satu bintang
Yang sama, dari tanah yang beda
Kau tidak akan temukan aku disitu
Tapi kau setidaknya tahu
Aku ada disini, memandang satu bintang

Seperti yang kubilang kemarin, padamu
Jangan berlama-lama, kembali ke kasurmu, tidurlah
Seperti yang kubilang kemarin, padamu
Via suara, kita akan berjumpa

Pada satu mimpi, tapi jangan membacanya lagi
cukup jalani sampai jingga di ufuk timur
dan kita bisa berjemur di satu mentari, lagi.

Bintaro, 5/11/2014

Kamis, 06 November 2014

Jurnal Rindu

1303312855430931472



Selalu saja mengeluh pada satu periode
Kita bertemu setelah menjurnal kata-kata
Dan seringkali menuliskan rencana dikertas kerja rindu
meski beratus transaksi terposting terus begitu, tentangmu dan aku
Tapi kau selalu bilang untuk menutup buku rindu kita
Secepatnya, tak usah terlalu banyak

Kau tahu, jarak dan waktu tak dapat mengubah PSAK
“Perasaan Sayang Aku Kepadamu”, itu sudah paten dan
selamanya akan begitu, hingga telah pada waktunya

Dalam satu periode kita, sudah banyak ku jurnal building cinta, bak istana,
pada cash, tapi tak ada sedikitpun depresiasi untuknya
Sudah berkali, cinta pada account payable, kubiarkan menumpuk
Hingga nanti lepas dengan cash tatap kita
Aku sengaja melimpahkan cinta receivable untukmu, tak ada harap
aku menagih kembali, biar jadi note receivable, ataupun
Sampai uncollectible account. Segalanya untukmu, yang kurindu

Dalam jurnalku tak ada cinta pada sales yang kedua kalinya, meskipun
tersuguh discount dalam persen besar menggiur
taka ada retur untuk segala sakit yang terpendam, karena cinta menerima apa adanya,
juga tak ada retur kecuali untukmu, karena tak ada cinta yang kujual pada lainnya
Aku hanya ingin menumpuk account payable, rinduku padamu
Biar nanti buncah segalanya, segala rasa, segala adjustment, segala rindu
Dan jika waktu itu tiba, kita buat closing entries, lalu mulai
menjurnal rindu lagi, dan lagi.


Bintaro, 3/11/14