| L....L...L :D |
Jumat, 08 November 2013
Pencarian Masa Depan Part 2
Pengumuman SNMPTN... aku tidak lolos. Memang sangat sulit
untuk lolos SNMPTN untuk UGM apalagi kalo siswa yang di luar jawa sepertiku.
Tapi sebaliknya, sangat besar peluang untuk lolos ke UNHAS apalagi klo UNHAS
menjadi pilihan pertama di SNMPTN. Sayangnya, UNHAS adalah pilihan keduaku.
Orang tuaku juga sempat menyayangkan knapa aku tidak memilih unhas sebagai
pilihan pertamaku, sekaligus memilih jurusan kedokteran. Tapi sudah terlanjur,
toh masih ada jalur yang lain pikirku.
Pengumuman SNMPTAIN... ternyata aku lulus di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
jurusan Teknik Informatika. Aku sempat bertanya-tanya ke kakak kelasku dulu dan
ke guru-guruku seperti apa teknik informatika itu. Mendengar jawaban mereka,
aku cukup tertarik. Apalagi mimpiku untuk kuliah di jawa juga bisa tercapai
jika aku mengambil UIN Malang.
Aku ceritakan ke orangtuaku, namun respon mereka sebaliknya.
Mereka tidak setuju aku kuliah di malang, karena alasan jarak. “lebih bagus
kalo di ITS Surabaya. Karena sekali naik pesawat, jarak ke ITS sudah dekat.
Sedangkan malang, harus naik mobil lagi berjam-jam dan tidak ada satupun
keluarga di sana” kata mereka. Aku tidak bisa berbuat banyak, aku patuhi saja.
Aku yakin pilihan orang tua pasti lebih diberkati olaeh ALLAH. UIN Malang ku
coret dari daftar pilihanku.
Lama menunggu. Kabar PBSB belum juga datang. Biasanya PBSB
sudah melaksanakan seleksi sebelum pengumuman SNMPTN, tapi sampai beberapa
minggu sesudah snmptn diumumkan pun blum ada kabarnya. Aku sempat pesimis, PBSB
mungkin tidak ada untuk tahun ini.
Akhirnya datang juga pengumuman akan diadakannya PBSB. Tapi
pengumuman itu membuatku kaget. Daftar perguruan tinggi umum yang biasanya ada
di PBSB sudah tidak ada lagi (termasuk ITS), yang ada cuma perguruan tinggi
Islam seperti UIN jakarta, UIN bandung, UIN malang, dll. Apalagi jurusan yang
disediakan adalah jurusan di bidang pendidikan islam. Kecuali uin malang dan
uin jakarta. Tapi untuk uin malang, ada syarat hafalan al-qur’an sedangkan satu
jus pun belum saya hapal. Akhirnya aku memilih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan
kedokteran.
Bismillah,,,
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Inilah seleksi yang sebenarnya. Beda dengan
SNMPTN yang cuma mengumpulkan data hasil belajar, SBMPTN ada ujian tulisnya.
Dan punya standr tertentu di tiap-tiap Universitas yang dipilih. Aku pun
memilih Teknik Sipil-ITS, Teknik Fisika-ITS, dan Teknik Sipil-Unhas. Menjelang
tes, aku sibuk mencari-cari contoh soal tahun-tahun sebelumnya dan mempelajari
tiap-tiap soalnya. Ini semua kulakukan demi ITS.
![]() |
| Kartu SBMPTNku |
Saat ujian tulis SBMPTN pun tiba. Aku menginap di rumah
temanku selama 2 hari tes. Karena rumahnya yang lumayan dekat dengan tempat
tesku, yaitu di SMK 5 Makassar. Tes hari pertama adalah TPA dan Tes Kemampuan
Dasar(Indonesia, Inggris, dan Matematika dasar), tes kedua adalah Matematika
IPA, Fisika, Kimia, dan Biologi. Otakku benar-benar diperas saat ujian
berlangsung. Soalnya kelihatan lebih susah dibanding soal-soal yang aku
pelajari sebelumnya.
Ujian pun selesai. Saatnya tawakkal kepada ALLAH. Biar IA
yang menentukan hasilnya.
Seleksi PBSB berjalan cukup lancar. Ada 7 orang peserta dari
IMMIM, yaitu saya, budi, agung, heril, dinul, marin, dan saleh. Setelah
seleksi, aku hanya bisa berdoa semoga ALLAH ridho aku melanjutkan kuliahku di
tempat yang aku pilih ini.
Selang beberapa hari. Pengumuman SBMPTN pun tiba. Aku tidak
lolos ke ITS, tapi aku lolos di teknik sipil Unhas. Ada perasaan sedih karena
belum bisa kuliah di ITS yang selama ini menjadi impianku. Tapi ada juga
perasaan lega, setidaknya aku sudah punya tempat untuk melanjutkan kuliah.
Pengumuman PBSB juga datang. Pagi-pagi sekali aku pergi ke
warnet untuk melihat pengumumannya di internet. Tidak kutemukan namaku di
daftar perserta yang lolos. Ku periksa berulang-ulang, dan ternyata tetap sama.
Aku memang tidak lolos di PBSB.
kabar baiknya, sahabatku 'Budi' lolos PBSB di Uin Jakarta jurusan kedokteran. Selamat Bro !!!
kabar baiknya, sahabatku 'Budi' lolos PBSB di Uin Jakarta jurusan kedokteran. Selamat Bro !!!
Sedih juga rasanya. Setelah tidak lolos ITS, kemudian PBSB pun aku tidak lolos.
Rasa sedih yang mendalam menghinggapiku. Bahkan aku sempat menyembunyikan
tangisku dengan pura-pura tertidur sambil menutup muka dengan bantal.aku hanya
bisa pasrah dan berhusnuzon (prasangka baik), ALLAH pasti tahu yang terbaik
buat hambanya.
bersambung... (Pencarian Masa Depan Part 3)
Pencarian Masa Depan part 1
Postingan kali ini, aku mau menceritakan perjalananku dalam
mencari tempat yang terbaik untuk melanjutkan pendidikanku di perguruan tinggi
:D
Awalnya, ketika aku masih SMP... aku sangat ingin
melanjutkan kuliahku di UNHAS (Universitas Hasanuddin). Mengapa ??? alasannya
sederhana. Di pesantren, ada suatu program OSIS yaitu jogging pagi setiap hari
jum’at dan rutenya adalah mengelilingi UNHAS. Sekedar info, IMMIM dan UNHAS itu
bertetangga, UNHAS tepat berada di belakang IMMIM. Jadi jika teman2ku kabur
dari pesantren, biasanya selalu melewati unhas dulu.
Semenjak sering mengunjungi unhas, aku jadi hapal tiap-tiap
jalan di unhas. Aku juga kagum dengan suasananya yang rindang juga areanya yang
cukup luas. Unhas juga termasuk universitas yang terkenal di indonesia.
Akhirnya, pilihanku berubah ketika menginjak bangku SMA. Aku
punya keinginan untuk kuliah di Jawa. Keinginan ini aku ceritakan pada
teman-temanku. “aku ingin kuliah di jawa” itu yang selalu ada di pikiranku.
Tapiaku masih bingung di universitas mana tepatnya. Katanya universitas paling
bagus itu adalah UI (Universitas Indonesia), ada juga keinginan lanjut di
sana... tapi untuk kemampuan seukuranku aku sedikit ragu untuk bisa lolos di
universitas itu.
Februari 2013, alhamdulillah aku berkesempatan untuk
mengunjungi ITS (Institut Teknologi
Sepuluh Nopember) di Surabaya. Ada 2 lomba yang ku ikuti di sana, yaitu STATION
(Statistic Competition) dan IE Fair (Industrial Engineering). Aku jatuh cinta
pada pandangan pertama dengan ITS :D Aku kagum dengan Institut ini, meskipun
cuaca Surabaya kurang bersahabat (panas)tapi ITS sungguh mengagumkan buatku.
Pilihanku pun jatuh ke ITS.
Pendaftaran SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi
Negeri) tiba. Kita Cuma diharuskan memberikan data-data hasil belajar selama 3
semester. Katanya, seleksi ini yang paling enak dan tidak susah, karena tidak
ada ujian tertulis ataupun seleksi apapun. Cuma mengmpukan data hasil belajar
dan kemduian menunggu keberuntungan jatuh dari langit. Seleksi ini mengharuskan
untuk memilih dua perguruan tinggi, yaitu satu perguruan tinggi di daerah masing-masing
dan yang satunya lagi bebas. Aku memilih Universitas GadjahMada (UGM) dan
Unhas.
Knapa aku memilih UGM, bukannya ITS ???
Ada satu program beasiswa khusus untuk santri pondok
pesantren oleh departemen agama, namanya PBSB (Program Beasiswa Santri
Berprestasi). Beberapa kakak kelasku
yang ikut dan lolos pada program ini. Slain bisa kuliah gratis, juga dapat uang
sku tiap bulan plus pembinaan oleh departemen agama. Kebanyakan dari mereka lolos PBSB untuk ITS. Akhirnya
aku memutuskan untuk memilih ITS melalui program itu, dan untuk SNMPTN aku mw
mwncoba keberuntunganku di UGM.
Selain itu, aku juga mendaftar untuk program Seleksi
Nasional Masuk Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (SNMPTAIN). Sama dengan
SNMPTN tapi ini khusus untuk Perguruan Tinggi Islam. UIN Syarif hidayatullah
Jakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi pilihanku.
bersambung... (Pencarian Masa Depan part 2)
Jumat, 25 Oktober 2013
Teknik Penulisan Berita Media Online
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa
perkembangan teknologi sudah merambat ke segala aspek kehidupan. Mulai dari fashion, makanan, gaya hidup, dan
lain-lain. Perkembangan teknologi juga sudah mempengaruhi perkembangan
informasi dan komunikasi khususnya dalam bidang pemberitaan.
Kini media pemberitaan tidak
hanya berbentuk media cetak maupun media elektronik. Tapi media pemberitaan
telah berkembang menjadi media siber atau yang lebih dikenal dengan media online. Beberapa media-media online yang terkenal saat ini ialah detik.com, kompas.co, dan tribunnews.com.
Lebih mudah, lebih cepat, dan lebih
faktual. Hal-hal tersebut yang menjadi keunggulan media online jika dibandingkan dengan media cetak maupun media elektronik
lainnya. Media online biasanya lebih
diminati oleh masyarakat yang berasal dari kalangan menengah ke atas. Terutama bagi
orang-orang yang memiliki banyak kesibukan maupun kerja sehingga tidak sempat
membeli koran ataupun menonton berita di TV. Media online menjadi alternatif karena dapat diakses kapan saja dan
dimana saja.
Teknik penulisan berita yang khas juga menjadi salah
satu faktor utama yang menjadi keunggulan media online dibandingkan dengan media lain. Berita yang disajikan
biasanya lebih ringkas dan lugas sehingga tidak memerlukan waktu yang lama
untuk membaca isi berita secara keseluruhan. Tentunya sangat menguntungkan
pembaca terutama bagi mereka yang memiliki banyak kesibukan kerja namun ingin
tetap up to date dengan perkembangan dan informasi-informasi yang sedang hangat
dibicarakan
Diantara media-media online yang memiliki teknik penulisan yang khas ialah tempo.co. Salah satu berita yang telah diposting dalam situs ini adalah “ Indonesia Menang 7-6 dalam Battle of RED”. Dari salah satu contoh berita tersebut dapat diketahui teknik pemberitaan tempo.co yang cenderung mengarah ke arah hard news. Berita-berita dalam tempo.co disampaikan secara ringkas dan lugas. Namun, berita itu disampaikan sedimikian rupa sehingga inti berita dapat mudah ditangkap dan dipahami oleh para pembaca.
Media online lainnya ialah detik.com. “Ada 13 Gol di GBK, Indonesia Red KalahkanUnited Red 7-6” adalah salah satu berita yang telah diposting di situs detik.com. Dari contoh berita tersebut, dapat diketahui bahwa teknik penulisan yang digunakan lebih ke tokoh maupun personal yang memiliki peran dalam berita tersebut dalam hal ini yaitu tim Indonesia Red dan United Red. Juga terdapat opini-opini yang membuat penyampaian beritanya berkesan luwes dan tidak kaku.
Selanjutnya ialah tribunnews.com. salah satu berita yang telah diposting pada situs ini adalah “MU Legend Vs Indonesia REDHasilkan 13 Gol, Indonesia Menang 7:6”. Dalam teknik penulisan berita, tribunnews.com hampir sama dengan detik.com namun terdapat juga berita khusus yang ditampilkan meskipun terkesan tidak penting dan tidak mengarah kepada inti beritanya. Sama dengan detik.com, dalam berita-berita tribunnews.com juga ditampilkan beberapa opini-opini yang digunakan untuk mendukung fakta yang disampaiakan berita.
Dari beberapa situs-situs media online yang disebutkan di atas. Ada beberapa teknik pemberitaan yang digunakan oleh media-media online. Tempo.co, sebuah media online yang menyampaikan berita secara ringkas dan lugas, dan lamgsung menuju ke inti berita yang ingin disampaikan. Meskipun ringkas, namun pembaca akan lebih mudah untuk memahami dan mengetahui inti beritanya. Detik.com dan tribun news.com, media online yang menerapkan teknik penulisan yang tidak terlalu baku. Berita disampaikan tidak langsung mengarah ke inti berita dan peristiwanya yang disampaikan secara tidak detil namun mengandung opini-opini yang dapat memperkuat fakta yang disampaikan.
Jika ditelusuri dengan Sembilan Elemen Jurnalisme(Bill Kovach dan Tom Rosentiel (2001): The Elements of Journalism, What Newspeople Should Know and the Public Should Expect). Teknik yang digunakan dalam pemberitaan masing-masing dari ketiga situs ini memiliki ciri khas tersendiri. Berita disampaikan secara proporsional dan ringkas namun langsung mengarah ke inti berita seperti yang diterapkan oleh tempo.co. berita yang disampaikan tidak langsung ke inti namun lebih fokus ke peran yang terlibat dalam berita sperti yang diterapkan oleh detik.com. sedangkan untuk tribunnews.com dengan opini-opini yang disampaikan guna memperkuat fakta yang ada pada berita.
Mediacenterstan.com, media online yang dibuat oleh lembaga pers mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Sperti halnya media-media online di atas, Mediacenterstan.com memuat berita-berita yang membahas problema yang terjadi di kalangan internal maupun eksternal STAN.
Sebagai lembaga pers mahasiswa dengan sasaran pembaca yang mayoritas mahasiswa. Mediacenterstan.com sebaiknya menerapkan teknik penulisan seperti detik.com. dengan sasaran pembaca mwhasiswa, berita disampaikan dengan lebih luwes dan berkesan tidak kaku. Namun tetap menggunakan susunan kata yang edukatif, disertai dengan beberapa opini yang berasal dari pemikiran-pemikiran mahasiswa berupa tanggapan terhadap permasalahan sosial yang tengah terjadi.
Kamis, 17 Oktober 2013
Jurnalistik Sebagai Pengikat Informasi
Setiap saat, informasi-informasi
selalu saja muncul dan tersebar dimana-mana. Akan sangat percuma jika
informasi-informasi itu diabaikan begitu saja dan tidak disampaikan kepada
masyarakat umum. Apalagi jika informasi itu sangat penting untuk diketahui oleh
masyarakat. Itulah sebabnya, di buat pemberitaan. Pemberitaan sangat akrab
dengan istilah jurnalistik.
Banyak masyarakat yang mungkin sudah pernah
mendengar istilah jurnalistik tersebut. Namun kebanyakan mereka masih kurang
mengerti apa sebenarnya yang dimaksud dengan jurnalistik itu sendiri, dan hal-
hal yang menyangkut tentang proses pemberitaan dalam lingkup dunia jurnailistik.
Atau bahkan, banyak yang masih bingung dalam membedakan antara jurnalistik dengan
jurnalisme. Meskipun keduanya memiliki persamaan namun keduanya juga memiliki
perbedaan yang spesifik.
Jurnalistik secara harfiah
(etimologis) berarti kewartawanan atau hal-hal yang mengenai segala bentuk
pemberitahuan. Kata jurnalistik terdiri atas dua kata yakni “jurnal” yang
berarti laporan atau catatan, juga bisa berasal dari kata “jour” yang berarti
hari (day) atau catatan harian (diary). Sedangkan dalam bahasa belanda journalistie berarti penyiaran catatan
harian.
Sedangkan secara istilah, jurnalistik
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
hal- hal yang menyangkut kewartawanan dan persuratan.
Beda lagi dengan jurnalisme.
Istilah jurnalisme lebih cenderung menjelaskan tentang jurnalistik dari segi
kegiatan yang dikerjakan. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia, jurnalime adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis,
mengedit, dan menerbitkan berita, surat kabar, dsb. Atau dengan kata lain,
jurnalisme adalah kegiatan-kegiatan yang menyangkut masalah jurnalistik. Proses
dari pencarian informasi, pembuatan berita, dan penerbitannya sehingga berita
itu bisa sampai kepada pembaca sudah diatur dalam lingkup jurnalime. Butuh
proses yang sangat panjang sehinga sebuah surat kabar sampai ke tangan para
pembaca.
Dalam menyampaikan informasi dan
berita dari proses jurnalistik, ada banyak media yang digunakan. media tulis contohnya surat kabar, majalah,
tabloid, dan lain sebagainya. Media elelktronik seperti tv, radio, dan
lain-lain. Tentu dalam penyampaiannya, jurnalistik memiliki metode khusus agar
pembaca yang menjadi objeknya bisa dengan mudah mengerti dan memahami isi
berita yang disampaikan.
Metode dalam pembuatan berita
yang sangat terkenal adalah sistem piramida terbalik.
Piramida
terbalik merupakan sebuah konsep, formula, struktur, atau pola penulisan berita
dengan cara menempatkan informasi yang paling menarik dan penting bagian awal
naskah, isi, atau tubuh berita (news body). Dengan demikian, wartawan
(jurnalis)akan lebih mudah dan cepat dalam menyampaikan informasi terpenting di
alinea (paragraf) pertama alias lead (teras).
Dengan pola piramdia terbalik
ini, pembaca akan segera tahu inti permasalahan dan pokok yang dibahas dalam
sebuah berita. Dari pola ini lah, pembaca bisa menentukan apakah dia akan
membaca berita dari awal sampai habis ataukah hanya membaca alinea pertama
sebuah berita untuk mengetahui isi pembahasan di dalamnya.
Pola ini menekankan penonjolan
unsur 5W+1H (What, When, Where, Who, Why) kemudian disusul setelahnya dengan
(how) yang terdiri atas informasi pendukung, fakta tambahan, latar belakang
permasalahan, alternatif penyelesaian masalah, hingga informasi yang menguatkan
isi berita. Isi pembahasan pokok sebuah berita ditempatkan di bagian depan
kemudian diikuti dengan bagian- bagian berita yang kurang penting. Pola ini pun
sangat sesuai dengan kebiasaan pembaca yang biasanya hanya membaca aparagraf
pertama berita sampai hanya membaca judulnya saja.
Dalam dunia jurnalistik juga
sangat dikenal istikah “cover both side”. Metode menitikberatkan pada pembuatan
berita dengan tanpa menggunakan satu pandangan (perspektif). Sebuah berita yang
baik adalah berita yang tidak berpihak pada siapapun dan apapun, tidak
meninggikan sekaligus merendahkan pihak-pihak bersangkutan. Tapi lebih
menyamakan kedudukan objek berita. Maka dalam
sebuah berita dapat ditemukan beberapa macam perspektif dalam menanggapi
sebuah isi berita.
Selain itu, dalam penulisan
sebuah berita harus diperhatikan beberapa syarat agar berita menjadi lebih
menarik untuk dibaca. Salah satunya adalah sebuah berita yang bagus harus aktual.
Maksudnya, berita tersebut adalah berita yang masih fresh atau baru terjadi.
Cerita yang sudah lama terjadi ataupun sudah basi biasanya tidak akan menarik
para pembaca. Apalagi, jika peristiwa itu masih hangat diperbincangkan oleh
masyarakat. Disitulah peran para jurnalis dalam memberitakan peristiwa itu dan
mencerahkan pemikiran para pembaca yang mungkin mulai melenceng dari kenyataan
sebenarnya tentang peristiwa itu.
Menurut konteks penulisannya,
berita dapat dikelompokkan kedalam macam jenis. Seperti hard news yaitu berita
yang menjelaskan kronlogi suatu peristiwa dengan sangat detail dan
sebenar-benarnya. Dalam hard news, berita disampaikan sesuai dengan apa yang
terjadi pada peristiwa itu tanpa mengambil dari sudut pandang manapun.
Kemudian feature, yaitu berita
yang menggabungkan antara berita dan pendapat (opini) dari penulisnya. Berita
ini lebih ringan dibandingkan dengan hard news. Kronologi dalam peristiwa tetap
diberitakan secara detail dan sebenar-benarnya tapi pendapat penulis juga
disertakan dalam berita itu. Itu bertujuan agar para pembaca bisa mengetahui
pikirian penulisnya dan juga pembaca diajak untuk berpikir kritis tentang
peristiwa tersebut.
Berita juga ada yang berbentuk
opini. Dalam opini, pendapat dan pandangan dari penulis menjadi gagasan utama
dalam isi berita. Opini muncul akibat dari adanya pandangan dan pendapat dari
seorang penulis yang ingin di sampaikan olehny kepada orang lain. Bahkan sebuah
opini yang ditulis dengan sangat lugas dan , opini para pembaca pun dapat dipermainkan
dan berubah megikuti opini yang dimiliki oleh penulis. Sedangkan essay, yaitu semacam prosa yang menjelaskan tentang permasalahan lewat opini penulis yang didasarkan pada fakta dari permasahan tersebut.Dan masih ada beberapa
jenis berita yang memiliki ciri-ciri khusus lainnya.
Dengan adanya jurnalistik, segala
informasi yang tersebar di berbagai tempat tidak akan percuma dan hilang begitu
saja. Jurnalistik memiliki peran sebagai pengikat informasi.
Informasi-informasi dikumpulkan dan dibuat sebagai berita yang akan disampaikan
kepada masyarakat atau para pembaca. Sehingga pembaca bisa tahu permasalahan sebenarnya
dari berita tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)



