Kamis, 12 Februari 2015

Jarum Dua Belas




Kita bertemu di jarum dua belas
Siang kemarin, dalam gesa-gesa
Melawan penat tengah hari
Dan peluh sudah basah sampai tanah
Sampai jauh

Masih kita menunggu waktu berhenti
Dan jarak memberi dan harapan berarti
Pun menanti hingga langit disatukan kembali
Yang birunya kita sangat kenali
Serta awan yang selalu dibicarakan kemarin

Masih ada dua belas jam terbit hari baru
Kita bisa saja begadang menanti hingga tiba masa
Matahari benar-benar cuma satu
Lalu kita kembali bercengkrama pada penatnya
Mengelap peluh yang sampai jauh
Dan menunggu di jarum dua belas lalu
Saat itu hanya kita, apa yang dimau

Bintaro, 16/11/14


Tidak ada komentar:

Posting Komentar