
Kita
bertemu di jarum dua belas
Siang
kemarin, dalam gesa-gesa
Melawan
penat tengah hari
Dan peluh
sudah basah sampai tanah
Sampai
jauh
Masih
kita menunggu waktu berhenti
Dan jarak
memberi dan harapan berarti
Pun
menanti hingga langit disatukan kembali
Yang
birunya kita sangat kenali
Serta
awan yang selalu dibicarakan kemarin
Masih ada
dua belas jam terbit hari baru
Kita bisa
saja begadang menanti hingga tiba masa
Matahari
benar-benar cuma satu
Lalu kita
kembali bercengkrama pada penatnya
Mengelap
peluh yang sampai jauh
Dan
menunggu di jarum dua belas lalu
Saat itu
hanya kita, apa yang dimau
Bintaro,
16/11/14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar