Minggu, 23 Oktober 2016

Anak dan Surga di Tubuh Mungilnya



Ada surga di tubuh mungil anak-anak itu
Rumah tempat mereka bermain menjelma tempat pulang
Juga tempat mengawali kepergian dan entah kapan kembali
Anak kecil dengan surganya sendiri tidak pernah membenci
Sebesar apapun kehilangan yang pernah meninabobokannya

Seorang ibu membohongi anak-anaknya tentang masa lalu
Jauh sebelum itu, sekumpulan masa depan dikecupkan dikeningnya
Tidak ada menunggu yang lebih cepat dibanding melihat anaknya tumbuh
Lalu bertanya kemana ayah mereka selama ini
Seorang ibu melagukan tembang tidur kembali dan berharap
Mimpi menjadi ruang bermain dengan rumput lebat yang menciumi kakinya
Selebihnya, tanpa mereka tahu, lelaki tua mencari jalan pulang yang hilang dari tidurnya

Surga di tubuh mungil itu bisa menjadi persimpangan
petunjuk jalan yang panjang, jika saja dia berhenti menoleh
Dan andai semesta dimana setiap kedatangan
adalah perihal yang terpaksa dirahasiakan
Seorang ibu hanya harus tidak berhenti menyapuhkan jemari
di punggung anak-anaknya
Sampai besok pagi, langit pun merindukan kepulangan

Dan lupa jalan kembali ke tempatnya mengucapkan selamat tinggal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar