Ada
surga di tubuh mungil anak-anak itu
Rumah
tempat mereka bermain menjelma tempat pulang
Juga
tempat mengawali kepergian dan entah kapan kembali
Anak
kecil dengan surganya sendiri tidak pernah membenci
Sebesar
apapun kehilangan yang pernah meninabobokannya
Seorang
ibu membohongi anak-anaknya tentang masa lalu
Jauh
sebelum itu, sekumpulan masa depan dikecupkan dikeningnya
Tidak
ada menunggu yang lebih cepat dibanding melihat anaknya tumbuh
Lalu
bertanya kemana ayah mereka selama ini
Seorang
ibu melagukan tembang tidur kembali dan berharap
Mimpi
menjadi ruang bermain dengan rumput lebat yang menciumi kakinya
Selebihnya,
tanpa mereka tahu, lelaki tua mencari jalan pulang yang hilang dari tidurnya
Surga
di tubuh mungil itu bisa menjadi persimpangan
petunjuk
jalan yang panjang, jika saja dia berhenti menoleh
Dan
andai semesta dimana setiap kedatangan
adalah
perihal yang terpaksa dirahasiakan
Seorang
ibu hanya harus tidak berhenti menyapuhkan jemari
di
punggung anak-anaknya
Sampai
besok pagi, langit pun merindukan kepulangan
Dan
lupa jalan kembali ke tempatnya mengucapkan selamat tinggal

Tidak ada komentar:
Posting Komentar