Satu-satunya
terlampau yang paling aku relakan adalah mencintai kehadiranmu
Di
pusat rahasiaku, seorang pujangga menelurkan kata-kata tanya
yang
tidak henti saat hari ini tidak ada nafasmu
Aku
tidak ingin seperti pohon mati yang tidak bisa sekedar menggandeng tanganmu
Seperti
laki-laki tua yang menyenangi asap rokok dibanding masanya menjelang tiada
Kucoba
menyusun wajahmu menjadi satu bingkai yang kutenggerkan di pengharapanku
Kita
berharap bertemu pada satu kesimpulan
Bahwa
cinta dapat melebihi angka-angka di langit dan di bumi
Setiap
cinta adalah jalan terbaik bagi orang yang mengerti kesendirian
Dan
paham betul arti tidak memiliki apapun selain dirinya sendiri
Tidak
seperti kita yang masing-masing memliki banyak hal untuk dibawa saat tidur
Aku
mencintaimu melebihi mimpi yang kau janjikan padaku dulu
Kita
berdua adalah anak kecil yang menyemai rindu di tubuh sendiri
Jika
aku sakit, ku yakin betul bahwa doamu perlahan menyembuhkanku
Dan
kantuk yang kudera sekian lama karena menantimu akan terbalas
Dengan
sebuah senyum di depan pintu rumah kita
Barangkali
aku lebih baik menggunungan sajak untukmu
Sampai
kau tahu bahwa tuhan memusahkan dan menyatukan bukan tanpa alasan
Satu-satunya kehadiran yang paling aku relakan adalah terlampau
mencintaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar