
Kau setidaknya haru tahu bagaimana laki-laki diciptakan
Mereka adalah pemaaf yang sangat handal
Tapi laki-laki pun selalu tidak bisa tidak menyisakan
kekecewaan
Mereka payah untuk melupakan, terlalu payah bahkan
Maka jika dia nanti sekan menjauh
Itu bukan karena dia sedang marah atau tidak mau lagi
bertemu
Tapi kekecewaan memang seperti perompak ulung\
Mengendap diam-diam, hanya saja kau tidak tahu
Lalu batas-batas tercipta
dari proses melupakan yang tidak singkat
Jauh datang dari rentetan peduli yang tidak pernah
dipedulikan
Maka biasakanlah
Jadilah bunganya, yang meski rapuh tapi membuatnya tahu
Bahwa duri pun tidak hanya punya tajam yang membuat luka
Duri masih punya mawar untuk dijadikan kesayangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar