Sabtu, 25 Juni 2016

Jika Besok Indonesia Sudah Tidak Ada






Jika besok indonesia sudah tidak ada
Mereka yang asing dan tidak sempat mengenal Indonesia- termasuk anak-anak kita
Tidak akan bertanya “Bisakah tongkat yang ditancap ke tanah menjadi tanaman?”

Ketika maut mengecup kening kita
Tidak ada yang nyata selain kenangan-kenangan
Yang sepertinya pernah kita tinggalkan di sebuah tempat
Hari-hari harus dilalui tanpa lagu kebangsaan
Tanpa pekikan lima butir ideologi di depan gedung sekolah
Juga tidak ada lambang Negara yang dipajang di tengah-tengah dua bingkai yang terhormat

Indonesia adalah tandus yang pernah ditumbuhi pepohonan dan harapan
Tapi sakit di dalamnya telah menunggu sekian lama sejak tengah ibu kota sampai pinggiran desa
Ku dengar kabar, di antara orang-orang berdasi, rakyat sempat menaruh percaya
Tapi, pada suatu pagi, berita-berita riuh di TV mereka
Mata hati yang mati terus memenuhi kantor-kantor berita Ibu kota

Negeri ini adalah kapsul waktu yang tidak menyisakan apa-apa selain orang-orang sok pintar
Negeri kita adalah tempat dimana orang-orang sok bijak sedang mabuk duduk melingkar
Di meja kayu sambil menata masa depan kita
Juga tangan-tangan yang sudah sepakat dengan imingan di bawah meja
Negeri dimana setiap kali pagi tiba, kau sudah membawa badan dengan tangan kosong
lalu mendengar bisikan dan desah bahwa cinta dan masa depan selalu dibayang-bayangi oleh uang

Jika besok indonesia sudah tidak ada
Setidaknya aku ingat pernah mencintai dengan tulus
Dan masih ada manusia-manusia seperti kita yang menata masa depan
Tanpa berpura-pura

Jika besok indonesia sudah tidak ada
Mungkin aku akan mengunjungi negeri lain
Sambil menggenggam tangan yang baru
Akan ku ceritakan ke mereka tentang sebuah negeri
Yang dulu sangat sibuk tersenyum di depan kamera
sambil menggunungkan pundi-pundi pribadinya

Jika besok indonesia sudah tidak ada
Juga tidak akan ada lagi mereka
Setidaknya itu lebih baik?

Menurutku tidak
Seperti pohon mati menunggu angin datang menumbangkan dahannya,
Bunga-bunganya mungkin sudah mati tapi serbuknya berhasil menyelinap di sela tanah
Saat itu, kita siap membasahi masa depan baru, mencari Tuhan agar mampu menemukan Indonesia kembali





Tidak ada komentar:

Posting Komentar