Jika besok indonesia
sudah tidak ada
Mereka yang asing dan
tidak sempat mengenal Indonesia- termasuk anak-anak kita
Tidak akan bertanya
“Bisakah tongkat yang ditancap ke tanah menjadi tanaman?”
Ketika maut mengecup
kening kita
Tidak ada yang nyata
selain kenangan-kenangan
Yang sepertinya pernah
kita tinggalkan di sebuah tempat
Hari-hari harus
dilalui tanpa lagu kebangsaan
Tanpa pekikan lima
butir ideologi di depan gedung sekolah
Juga tidak ada lambang
Negara yang dipajang di tengah-tengah dua bingkai yang terhormat
Indonesia adalah
tandus yang pernah ditumbuhi pepohonan dan harapan
Tapi sakit di dalamnya
telah menunggu sekian lama sejak tengah ibu kota sampai pinggiran desa
Ku dengar kabar, di
antara orang-orang berdasi, rakyat sempat menaruh percaya
Tapi, pada suatu pagi,
berita-berita riuh di TV mereka
Mata hati yang mati
terus memenuhi kantor-kantor berita Ibu kota
Negeri ini adalah
kapsul waktu yang tidak menyisakan apa-apa selain orang-orang sok pintar
Negeri kita adalah
tempat dimana orang-orang sok bijak sedang mabuk duduk melingkar
Di meja kayu sambil
menata masa depan kita
Juga tangan-tangan
yang sudah sepakat dengan imingan di bawah meja
Negeri dimana setiap
kali pagi tiba, kau sudah membawa badan dengan tangan kosong
lalu mendengar bisikan
dan desah bahwa cinta dan masa depan selalu dibayang-bayangi oleh uang
Jika besok indonesia
sudah tidak ada
Setidaknya aku ingat
pernah mencintai dengan tulus
Dan masih ada
manusia-manusia seperti kita yang menata masa depan
Tanpa berpura-pura
Jika besok indonesia
sudah tidak ada
Mungkin aku akan
mengunjungi negeri lain
Sambil menggenggam
tangan yang baru
Akan ku ceritakan ke
mereka tentang sebuah negeri
Yang dulu sangat sibuk
tersenyum di depan kamera
sambil menggunungkan
pundi-pundi pribadinya
Jika besok indonesia
sudah tidak ada
Juga tidak akan ada
lagi mereka
Setidaknya itu lebih
baik?
Menurutku tidak
Seperti pohon mati
menunggu angin datang menumbangkan dahannya,
Bunga-bunganya mungkin
sudah mati tapi serbuknya berhasil menyelinap di sela tanah
Saat itu, kita siap
membasahi masa depan baru, mencari Tuhan agar mampu menemukan Indonesia kembali

Tidak ada komentar:
Posting Komentar