
Menanti
hujan turun di kotaku
menerawang langit sedari sepagi
larut-larut tanya kami buncah
"apa tivi berbohong lagi pada kita?"
kudengar raungnya malam tadi, katanya
hujan lebat turun pagi besok
bersama angin-angin riuh
juga daun-daun yang mengetuk jendela, terkapar
di jalan-jalan besar di kota kami
"Kapan janji tivi terbukti?"
kamu bertanya padaku terus
tunggulah enam jam lagi
karena enam minggu sudah tidak basah atap-atap rumah, payung tua
"sebentar lagi"
lalu angin datang sepoi-sepoi
disambut genderang ribut dari timur, berteriak
hujan tumpah ruah miring bersama angin
"Yuk, kita tidur saja"
menerawang langit sedari sepagi
larut-larut tanya kami buncah
"apa tivi berbohong lagi pada kita?"
kudengar raungnya malam tadi, katanya
hujan lebat turun pagi besok
bersama angin-angin riuh
juga daun-daun yang mengetuk jendela, terkapar
di jalan-jalan besar di kota kami
"Kapan janji tivi terbukti?"
kamu bertanya padaku terus
tunggulah enam jam lagi
karena enam minggu sudah tidak basah atap-atap rumah, payung tua
"sebentar lagi"
lalu angin datang sepoi-sepoi
disambut genderang ribut dari timur, berteriak
hujan tumpah ruah miring bersama angin
"Yuk, kita tidur saja"
"Kenapa?"
"Hujannya akan turun enam jam, kata tivi, tadi malam"
bangun-bangun, semoga tak banjir enam jengkal lagi
"Hujannya akan turun enam jam, kata tivi, tadi malam"
bangun-bangun, semoga tak banjir enam jengkal lagi
Bintaro,
10/11/14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar