Disana ada lima jari dalam setangan lengkap
di kota itu, lima jari menyenggol bising dari kerumunan
menghentak, menjentik-jentik sibuk duniawi
dan lima jari itu membuat merah kesunyian
Disana yang lain
ada lima jari yang awalnya setangan lengkap
menyapih rambut hati yang lemah terkulai
dalam kesederhanaan rumpun hijau mata air
lima jari itu bercengkrama satu dengan yang lain
dalam hangat, dalam kecup tenang
Lalu telunjuk lenyap dimakan tanah
karena telah pergi satu yang dsapih
disusul yang tengah, manis, kelingking
hingga jari tak bisa apa-apa lagi
merentang nasib, ditelan tradisi
Kenapa tidak sekalian pemerintah datang berkunjung
lalu panggil pemukanya, buatkan keluarga berencana
agar jari tidak hilang-hilang
biar tidak lenyap lima, paling dua atau tiga
setidaknya tidak kalah sama yg di kota, pedagang jari, membeli lima
Bintaro, 9/11/14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar