
Ada empat kilometer jarak
rumahku ke rumahmu yang kita tempuh
tiap hari, bersama kayuh sepeda pagi
bersama aspal dingin dan embun rumput terpinggir
Ada empat roda yang menggelinding tiap pagi
dari rumahmu ke rumahku, putarnya pelan saja
sambil bercengkrama pada yang disampingnya
tapi ternyata itu jadi tawa, dari kisah karet yang digesek
selalu ada empat mata yang menyipit
sepagi-pagi sekali saling memandang
lalu melihat sekitar, menyisir jingga dari kelopak
atau saling menertawakan yang tertinggal di pinggirnya
Tapi, itu tak disangka tawa terakhir dari yang empat
karena pagi ini, ada empat roda yang berputar gelisah
tak bergairah
ditenteng dua tangan kecil, mata bersama kacanya
juga sungai mengalir diantaranya
dari rumahku ke rumahmu
yang di tanah
sedalam empat masa
Bintaro, 8/11/14
Manis jii :))
BalasHapusManis jii :))
BalasHapus